Pengembangan Kepemimpinan Pendidikan


BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Di era globalisasi yang marak ditandai dengan perkembangan sistem informasi dan teknologi (IT) yang begitu melejit dan maju dengan sangat pesat, hal ini mengakibatkan pula berkembangnya dunia ilmu pengetahuan dan teknologi serta disiplin ilmu lain yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Tidak hanya dalam konteks itu, bahwa dampak yang diberikan juga mempengaruhi dalam bidang pendidikan pada khususnya.

Berbicara pendidikan secara khusus tidak akan lepas dari peran sebuah kepemimpinan pendidikan. Oleh karena itu, efek era globalisasi secara tidak langsung pun menuntut pada setiap pemimpin pendidikan baik statusnya sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok harus selalu berusaha memperbaiki dan mengembangkan skill dan kepribadian dirinya agar menjadi seorang pemimpin yang lebih baik serta pandai beradaptasi dengan lingkungan. Sesuai dengan kodrat manusia yang diciptakan oleh Tuhan, bahwa mereka sejak lahir telah membawa potensi-potensi yang dapat dikembangkan dan ditumbuhkan melalui berbagai usaha-usaha yang berkelanjutan dan sistematis.

Sehingga dari dasar itulah manusia dapat memilah dan memilih mana yang baik, mana yang kurang baik, dan mana yang perlu dikerjakan dan mana pula yang tidak perlu dikerjakan. Hal ini akan mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari manakala seorang pemimpin pendidikan sudah mengetahui dan memahami konsep peran dan tugasnya serta tidak kalah penting harus mempunyai kepribadian unggul sebagai landasan dalam berperilaku, yang memang terus menerus dikembangkan. Terlepas dari hal ini, bahwa peran pemimpin pendidikan menjadi sangat vital dalam kemajuan dan tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri. Pemimpin pendidikan sebagai top leader dalam sebuah institusi pendidikan dituntut dapat merumuskan dan mengkomunikasikan visi dan misi yang jelas dalam memajukan mutu pendidikan. Artinya juga bahwa pemimpin pendidikan sangat mempengaruhi akan maju mundurnya mutu pendidikan itu sendiri.

Melihat begitu vital dan pentingnya peran kepemimpinan pendidikan dalam memajukan mutu pendidikan. Membuat penulis sedikit tertarik untuk mengkaji dan membahas sedikit cara dan upaya-upaya dalam mengembangkan kepemimpinan pendidikan hingga menuju pada tingkat kepemimpinan yang efektif.

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang dijelaskan  di atas maka dapat ditarik rumusan masalah, antara lain :

  1. Bagaimana pengertian kepemimpinan pendidikan?
  2. Bagaimana pengertian dan cara mengembangkan kepemimpinan pendidikan?
  3. Bagaimana tingkat-tingkat dan langkah-langkah dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan?  

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan di atas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan pendidikan
  2. Untuk mengetahui pengertian dan cara mengembangkan kepemimpinan pendidikan
  3. Untuk mengetahui tingkat-tingkat dan langkah-langkah dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan
  4. Secara teoritis untuk menambah wawasan pengetahuan dalam kepemimpinan pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Kepemimpinan Pendidikan

Kepemimpinan (leadership) merupakan pembahasan yang menarik karena kepemimpinan menjadi faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan suatu instansi dan atau organisasi. Walaupun banyak faktor lain yang turut mempengaruhi dalam keberhasilan suatu instansi, tetapi kepemimpinan menempati pada posisi yang sangat penting bagi jalannya sistem ataupun sub sistem yang terdapat di dalamnya.

Batasan definisi dan pengertian kepemimpinan itu berbeda-beda dari satu ahli dengan ahli lainnya, hal ini sangat dipengaruhi dari latar belakang dan sudut pandang mana melihatnya.[1] Seperti pengertian yang dikemukakan menurut Sauders, kepemimpinan pendidikan adalah beberapa tindakan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Dengan demikian kepemimpinan pendidikan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemimpin pendidikan (sebagai leader) untuk mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan.

Sedang menurut Sadler ialah adanya aktivitas atau proses aktivitas mempengaruhi, perilaku yang menjadi panutan, interaksi antar pemimpin dan pengikut serta pencapaian tujuan yang lebih riil dan komitmen bersama dalam mencapai tujuan dan perubahan terhadap budaya organisasi yang lebih maju.

Kemudian menurut Nanus & Dobbs (1996), mengartikan pemimpin dalam organisasi non profit seperti pendidikan maupun bentuk-bentuk organisasi sosial yang lain adalah merupakan seorang pemimpin yang dapat memberdayakan orang lain, modal maupun sumber daya intelektual pada organisasi serta menggerakan semuanya pada arah yang benar. Pemimpin organisasi non profit terdiri atas:

  1. Sumber daya pemimpin, diartikan sebagai kemampuan pemimpin dalam menyatukan dan memfokuskan perhatian para pengikut membangkitkan semangat serta mempunyai penguasaan dalam mengoptimalkan fungsi para pengikut.
  2. Menggerakan organisasi, yaitu kemampuan kerja pemimpin, kemampuan untuk mengatasi segala permasalahan serta mengadakan perubahan bagi peningkatan kinerja. Arahan atau bimbingan yang benar memberikan konstribusi yang besar bagi masyarakat dan para pengikut.[2]

Dengan demikian, pengertian kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan pemimpin pendidikan dalam mempengaruhi para guru, staf administrasi dan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki pendidikan. Perilaku pemimpin menjadi suri tauladan bagi semua personel pendidikan yang pada akhirnya dapat tercipta budaya pendidikan yang lebih maju.

  1. B.     Pengembangan Kepemimpinan Pendidikan

Sedikit mendefinisakan bahwa pengembangan kepemimpinan adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan ketingkat yang lebih tinggi.[3] Pembinaan dan pengembangan kepemimpinan pendidikan ini menjadi tugas dan wewenang dari para pengawas yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Nasional. Kemudian tanggung jawab pengawas sekolah berdasar Keputusan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 118 Tahun 1996.[4]

Keberadaan struktur, sistem, dan budaya merupakan hambatan perubahan daripada berfungsi sebagai fasilitator. Tingkat kepentingan yang tinggi sangat membantu dalam menyelesaikan semua tahap proses transformasi. Jika tingkat perubahan eksternal terus naik, maka tingkat kepentingan menjadi dominan, organisasi harus (memposisikan diri) dalam arus pengembangan era global. Model abad kedua puluh bukanlah merupakan periode yang panjang, tenang atau puas, karena periode ini begitu singkat, sementara aktivitas kerja sangat padat.

Tingkat kepentingan yang lebih tinggi memicu dinamisasi kependidikan yang lebih kreatif dan inovatif. Peningkatan urgensi kepemimpinan pendidikan membutuhkan sistem informasi kinerja yang jauh lebih unggul daripada apa yang biasanya. Sistem penyediaam informasi kinerja selayaknya dapat menginformasikan yang valid dan originalitas, terutama tentang kinerja. Informasi tentang kepuasan peserta didik harus dikumpulkan lebih akurat.

Dengan demikian, para manajer pendidikan seharusnya meningkatkan intensitas melihat dan mendengar keluhan para pelanggan (pelanggan pendidikan) khususnya mereka yang tidak puas terhadap layanan pendidikan. Untuk menciptakan sistem dan memanfaatkan out put secara produktif, budaya sekolah dimulai dengan penanaman nilai-nilai luhur, kejujuran, menggabungkan norma dan kebijakan. Kemudian jumlah rutinitas kinerja yang kurang efektif harus dihilangkan. Perubahan dimulai dari pemimpin pendidikan, kemudian memberikan pengaruh terhadap beberapa personel sekolah melalui contoh perilaku yang dapat membentuk budaya sekolah sehingga menghasilkan beberapa keuntungan oraganisasi sekolah.

Semua organisasi pendidiakn membutuhkan pemimpin yang baik yang bertanggung jawab. Kerja sama tim diperlukan untuk menghadapi transformasi secara periodik. Suksesi di bagian pemimpin organisasi mungkin  tidak lagi menjadi media untuk melatih dan memilih satu orang untuk mengantikan yang lain. Suksesi bisa menjadi proses pengembangan kepemimpinan pendidikan.[5]

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pemimpin, diantaranya keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya, jenis pekerjaan atau lembaga yang dipimpinnya, sifat-sifat dan kepribadiannya, sifat-sifat dan kepribadian pengikutnya, serta kekuatan-kekuatan yang dimilikinya (Purwanto, 2004: 61). Faktor-faktor ini tentunya juga memiliki pengaruh dalam pengembangan kemampuannya. Secara internal, seorang pemimpin dapat melakukan hal-hal yang dapat mengembangkan kemampuannya, diantaranya:

  1. Selalu belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja anggotanya
  2. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana
  3. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan
  4. Memanfaatkan hasil-hasil penelitian orang lain
  5. Berfikir untuk masa yang akan datang
  6. a.      Cara Pelaksanaan Pembinaan Kepemimpinan Pendidikan

Adapun menurut Wahjosumidjo terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kepemimpinan pendidikan (kepala sekolah), yaitu : memberikan perhatian secara sistemik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan : rekruitmen, seleksi, pengangkatan, penempatan, pembinaan, evaluasi terhadap kepala sekolah, dan komputerisasi di sekolah.

a)      Seleksi kepala sekolah

Seleksi adalah suatu proses pengambilan keputusan terhadap individu yang dipilih karena kebaikan yang dimilikinya daripada yang lain, untuk mengisi satu jabatan yang didasarkan pada karakter atau sifat-sifat baik daripada individu tersebut, sesuai dengan persyaratan jabatan yang diinginkan. Tujuan seleksi adalah untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada dengan orang yang memenuhi kualifikasi yang diharapkan. Salah satu usaha agar proses seleksi dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, diperlukan standar kriteria seleksi yang didefinisikan lebih sempurna dan spesifik.[6]

b)      Pengangkatan dan Penempatan Kepala Sekolah

Setelah seleksi dilaksanakan menyusullah proses pengangkatan dan penempatan kepala sekolah. Proses ini sangat ditentukan oleh hasil yang dicapai dalam proses seleksi dimana di dalam proses seleksi telah dipilih, dan ditentukan calon-calon terbaik melalui berbagai cara atau pendekatan baik melalui pemeriksaan dokumen, tes dan interview.

c)      Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

Pelatihan merupakan metode yang paling banyak dipakai untuk memperbaiki kepemimpinan. Pendidikan dan pelatihan merupakan bentuk pengembangan sumber daya manusia yang amat strategis. Sebab dalam program pendidikan dan pelatihan selalu berkaitan dengan masalah nilai, norma, dan perilaku individu dan kelompok. Program pendidikan dan pelatihan selalu direncanakan untuk tujuan-tujuan seperti pengembangan pribadi, pengembangan profesional, pemecahan masalah, tindakan yang remidial, motivasi, meningkatkan mobilitas, dan keamanan anggota organisasi.

Tujuan utama pendidikan dan pelatihan kepala sekolah adalah untuk memperoleh kecakapan khusus yang diperlukan oleh kepala sekolah dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas kepemimpinan sekolah.[7]

d)     Evaluasi Kepala Sekolah

Di samping seleksi, program pendidikan dan pelatihan, ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah, yaitu melalui evaluasi kepala sekolah.

Persoalan penting yang berkaitan dengan evaluasi kepala sekolah adalah bagaimana menentukan keberhasilan kepala sekolah sebagai jawaban atas pertanyaan : Bagaimana kepala sekolah dapat bekerja dengan baik. Tujuan utama evaluasi kepala sekolah adalah untuk mempengaruhi atau memotivasi tumbuhnya perubahan efektif di dalam perilaku berikutnya dari seorang kepala sekolah.

Dalam pelaksanaan proses pembinaan atau pengembangan kepemimpinan pendidikan antara lain:

1). Memfasilitasi kesempatan mengunjungi tempat bersejarah, pusat-pusat teknologi, sentra kebudayaan, pemerintahan dan sebagainya.

2). Memfasilitasi forum diskusi-diskusi dalam kelompok, case study, konferensi dan permainan peranan atau role playing.

3). Penugasan oleh lembaga untuk membuat laporan dari survei lapangan atau kertas kerja, makalah, portopilio dan lain-lain.

Kemudian isi materi yang diberikan dalam pembinaan dan pengembangan adalah sebagai berikut:

a). Memberikan pembinaan yang mengarah pada aspek kecerdasan, perasaan, kemauan, dan ilmu pengetahuan.

b). Memberikan pembinaan kemahiran teknis dan ketrampilan sosial.

c). Memberikan pembinaan kebiasaan, moral, watak, kejiwaan dan kepribadian.[8]

Menurut John C.Maxwell (1995), beliau membagi tingkat-tingkat kepemimpinan menjadi lima tingkat,yaitu:

Tingkat 1: Kedudukan/Hak, Ini adalah tingkat kepemimpinan awal yang mendasar.Satu-satunya pengaruh yang dimiliki adalah yang dibawa oleh jabatan. Orang yang berada pada tingkat ini memasuki peta hak wilayah, protokol, tradisi, organisasi, dan mungkin dia punya wewenang.

Tingkat 2: Izin/Hubungan, Orang yang berada pada tingkat “izin/hubungan” ini akan memimpin dengan saling hubungan.

Tingkat 3: Produksi/Hasil, Pada tingkat ini segala hal yang baik mulai terjadi. Keuntungan meningkat, moral tinggi, kebutuhan terpenuhi, dan tujuan direalisasi. Disinilah sukses dirasakan oleh kebanyakan orang serta merasakan memimpin dan mempengaruhi orang lain menyenangkan.

Tingkat 4: Pengembangan Manusia/Reproduksi,  Pada tingkat ini pertumbuhan jangka panjang terjadi. Komitmen untuk mengembangkan pemimpin akan memastikan pertumbuhan yang terus berlangsung bagi organisasi dan orang. Tanggung jawab utama seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan.

Tingkat 5: Kemampuan Menguasai Pribadi/Rasa Hormat, Pada tingkat ini orang mengikuti karena  siapa diri pemimpin dan apa yang pemimpin wakili. Pada tingkat ini dicadangkan bagi pemimpin yang telah melewatkan waktu bertahun-tahun menumbuhkan orang dan organisasi. Hanya sedikit yang berhasil ke tingkat ini.

Terlepas dari hal ini, maka menjadi tidak kalah penting bahwa seorang pemimpin juga harus mengembangkan kecakapan dalam berkomunikasi. Artinya bahwa setiap kepemimpinan pendidikan harus cakap dalam komunikasi yang efektif, baik komunikasi keluar (eksternal) maupun kedalam (internal). Tidak dapat disangkal bahwa salah satu fungsi pimpinan yang bersifat hakiki adalah berkomunikasi secara efektif.[9]

  1. b.      Langkah-langkah Dalam Mengembangkan Kepemimpinan

Adapun langkah-langkah dalam mengembangkan kepemimpinan pendidikan meliputi :

  1. Rendah hati, Banyak orang yang mendapatkan kekuasaan, dan mereka begitu saja melepaskannya. Sebagai pemimpin, pekerjaan Anda adalah memimpin. Anda tidak bisa melakukannya jika menurut Anda posisi Anda diatas orang lain.
  2. Menentukan tujuan, Dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin. Banyak orang yang menentukan tujuan dan didalam perjalanannya, mereka kehilangan arah. Ini biasanya dikarenakan menentukan tujuan yang tidak bisa dicapai. Tentukan tujuan yang bisa diraih sehingga tidak berakhir dengan kekecewaan.
  3. Berusaha keras untuk mencapai yang terbaik, Untuk menjadi pemimpin yang besar, Anda tidak bisa berleha-leha dengan kehidupan Anda, Anda harus berusaha keras untuk melakukan segala sesuatunya dengan yang terbaik.
  4. Mempertahankan posisi Anda, Seorang pemimpin memerlukan reputasi yang menonjol. Ketika seseorang mendengar namanya, maka akan mengaitkanya dengan pekerjaan besar yang pernah dilakukannya, atau bagaimana mereka bisa mengelola sesuatu.
  5. Belajar dari kesalahan, Mereka belajar dari kesalahan dan merubahnya menjadi sesuatu yang produktif. Ini harus dilakukan atau jika tidak Anda akan berputar-putar di masalah yang sama.
  6. Berpikiran terbuka, Orang-orang disekitar Anda mungkin memiliki sesuatu untuk dikontribusikan dan dengan berpikiran terbuka Anda akan memiliki peluang yang tidak terbatas.
  7. Percaya diri, Anda tidak bisa berharap orang lain percaya pada Anda jika Anda tidak percaya pada diri sendiri. Percaya diri tidak membuat Anda lebih baik dari orang lain, ini hanya menunjukkan Anda memiliki kelas dan karakter.
  8. Memberi, Bersedia untuk memberi. Jika Anda melakukan ini, makin banyak orang yang bersedia melakukan sesuatu tanpa mengeluh.
  9. Memenuhi janji, Jika Anda bilang akan melakukan sesuatu, pastikan Anda melakukannya.
  10. Mendengarkan, Anda harus mau mendengarkan dan memahami apa yang dirasakan sekitar Anda. Mungkin Anda pemimpinnya, tapi perasaan mereka sama pentingnya seperti Anda.[10]
  11. c.       Hal-hal Yang Harus Diperhatikan dan Dilakukan Dalam Mengembangkan Kepemimpinan di Dalam Diri Pemimpin

1)      Menentukan Prioritas.

2)      Membina Integritas Individu.

3)      Menciptakan Perubahan Positif.

4)      Mengatasi Pemecahan Masalah.

5)      Memupuk Sikap Positif.

6)      Mengembangkan Manusia.

7)      Memperluas Wawasan.

8)      Membina Disiplin Pribadi.

9)      Melaksanakan Pengembangan Staf.

  1. d.      Beberapa Aspek Pengembangan Etos Kerja

Dalam rangka membina pengembangan pribadi yang tangguh ada 5 aspek pengembangan etos kerja masyarakat.

a)      Pengembangan sosial untuk meningkatkan kualitas hubungan antara pribadi sebagai inti dari interaksi sosial.

b)      Pengembangan emosional untuk meningkatkan kualitas pengembangan diri sehingga pemimpin/pegawai bisa bersikap rasional dan bijak.

c)      Pengembangan intelektual untuk meningkatkan wawasan sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat.

d)     Pengembangan kepribadian untuk meningkatkan kualitas kepribadian (karakter) pemimpin, sehingga dapat diperoleh pemimpin yang bermoral.

e)      Pengembangan spiritual untuk membentuk kepribadian yang tangguh sehingga pemimpin bermental sehat.[11]

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari pembahasan di atas maka dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan pemimpin pendidikan dalam mempengaruhi para guru, staf administrasi dan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki pendidikan. Perilaku pemimpin menjadi suri tauladan bagi semua personel pendidikan yang pada akhirnya dapat tercipta budaya pendidikan yang lebih maju.

Sedangkan pengetian pengembangan kepemimpinan adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan ketingkat yang lebih tinggi. menurut Wahjosumidjo terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kepemimpinan pendidikan (kepala sekolah), yaitu : memberikan perhatian secara sistemik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan : rekruitmen, seleksi, pengangkatan, penempatan, pembinaan, evaluasi terhadap kepala sekolah, dan komputerisasi di sekolah.

Adapaun menurut John C.Maxwell (1995), membagi tingkat kepemimpinan menjadi lima tingkat,yaitu:

a)      Tingkat 1: Kedudukan/Hak

b)      Tingkat 2: Izin/Hubungan

c)      Tingkat 3: Produksi/Hasil

d)     Tingkat 4: Pengembangan Manusia/Reproduksi

e)      Tingkat 5: Kemampuan Menguasai Pribadi/Rasa Hormat.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin. M, 2010, Kepemimpinan dan Motivasi Kerja, Yogyakarta: Teras.

Rohmat, 2010, Kepemimpinan Pendidikan Strategi Menuju Sekolah Efektif, Yogyakarta: Cahaya Ilmu.

Slagian. Sondang P, 2003, Teori dan Praktek Kepemimpinan,  (Jakarta: Rineka Cipta.

Munajat. Nur, 2011, Hand Out Leadership, UIN Suka-Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Terhan. Robin, 2011,  Langkah-langkah dalam Mengembangkan Kepemimpinan, di akses pada tanggal 15 Desember, pada situs http://www.articlebase.com.

Wahjosumidjo, 2010, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoretik Dan Permasalahannya, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 


[1] Dr. M. Arifin, MM, Kepemimpinan dan Motivasi Kerja, (Yogyakarta: Teras, 2010), hal. 2.

[2] Rohmat, M. Ag, M. Pd, Kepemimpinan Pendidikan Strategi Menuju Sekolah Efektif, (Yogyakarta: Cahaya Ilmu, 2010), hal. 41-44.

[3] Nur Munajat, Hand Out Leadership, (UIN Suka-Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: 2011), hal. 39

[4] Ibid,. hal. 37

[5] Rohmat, Ibid,. hal. 99-100.

[6] Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoretik Dan Permasalahannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2010), hal. 351-353

[7] Ibid,. hal. 365

[8] Nur Munajat, Ibid,. hal. 38.

[9] Prof. Dr. Sondang P. Slagian, MPA, Teori dan Praktek Kepemimpinan,  (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hal. 55.

[10] Robin Terhan, Langkah-langkah dalam Mengembangkan Kepemimpinan, di akses pada tanggal 15 Desember 2011, pada situs http://www.articlebase.com.

[11] Dr. M. Arifin, Ibid,. hal. 57.

Categories: karya ilmiah | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: