Bencana Alam Adalah Manifestasi Kekuasaan Allah SWT


macam-macam bencana alam

bencana alam manifestasi kekuasaan Allah swt


Fenomena alam yang terjadi di Indonesia begitu banyak dan berangsur-angsur hingga sekarang. Itu tidaklah terjadi begitu saja yang seakan-akan tidak membawa pesan atau peringatan. Dimulai dari bencana tsunami, banjir bandang, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan sampai kematian massal. Melainkan kejadian-kejadian alam yang seperti ini adalah sebuah pesan peringatan dari Allah SWT sang pencipta alam semesta ini. Tapi ironinya manusia tidak pernah berfikir apa pesan dari semua ini yang dibawa oleh bencana-bencana yang terjadi di sekitar kita.
Manusia terlalu hedonis dengan kejadian bencana seperti itu dan menganggap bahwa itu fenomena alam saja yang tak mempunyai arti karena bumi kita sudah tua. Inilah dampak dari arus globalisasi yang begitu gencang, sehingga membuat orang-orang sibuk dengan duniawinya dan berlomba-lomba mencari kebahagian dan kekayaan untuk dirinya sendiri. Sehingga dampak ini membuat orang buta akan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai umat muslim. Benar, apa yang dikatakan uztads Jerpri dalam ceramahnya “Ketika kita disms sama pacar kita, maka kita akan bergegas dengan cepat membalas sms itu, tapi ketika kita berkali-kali disms dari Allah SWT dengan berbagai bentuk peringatan bencana dan lain-lain kita lama membalas sms itu bahkan kita seakan-akan tidak merasa disms oleh Allah SWT untuk kembali ke jalan yang lurus dan bertaubat”.
Doktrin dan paradigma seperti ini lah yang harus kita luruskan dan kita ganti dengan doktrin yang lebih baik agar kita lebih dapat mencermati fenomena alam yang terjadi di sekitar kita. Dan harapannya nanti kita semua dapat lebih tekun lagi untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta alam semesta yaitu Allah SWT. Karena jika kita cermati kejadian bencana yang sering terjadi di Negara kita adalah sebuah peringatan yang membawa pesan kepada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan kita bertaubat nasuha secepatnya.
Karena fenomena-fenomena alam atau bencana itu termasuk jenis kiamat sughro (kiamat kecil). Sambil refleksi kezaman Nabi Nuh a.s. Allah SWT telah menurunkan azab yang sangat pedih dan peringatan kepada umat Nabi Nuh yang tidak taat dan beriman kepada-Nya. Dengan bencana banjir yang begitu dasyat sampai tidak ada yang sanggup menghindar dari bencana itu. Kecuali umat Nabi Nuh a.s. selamat karena kekuasaan Allah SWT melindungi umat Nabi Nuh a.s. yang taat dan beriman dari azab yang mengerikan itu.
Begitu mengerikan jika Allah SWT telah menunjukan kekuasaan dan kebesaran dengan memberikan azab, bencana-bencana yang terjadi di alam semesta ini sebagai peringatan kepada umat-umat muslin yang tidak taat dan patuh kepada-Nya. Dalam Al-Qur’an surat Al-Insaan yang pokok isinya membahas tentang penciptaan manusia, petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus, memenuhi nazar, memberi makan orang miskin dan anak yatim piatu, mengerjakan sholat, bersabar, dan sampai takut kepada hari kiamat. Penulis mengambil ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan”, maksudnya bahwa ketika Allah SWT telah menurunkan azab kepada orang-orang yang tidak taat dan beriman kepada-Nya, orang-orang itu panik, binggung dan dirasa penuh kesulitan untuk menghindar dari azab itu.
Dalam rukun iman yang ke- 5 (lima), yaitu yang berbunyi “Iman Kepada Hari Akhir”, maksudnya bahwa ketika kita umat muslim yang beriman maka harus percaya kepada hari akhir atau sering kita kenal dengan hari kiamat. Ini bukan lagi tawaran buat kita harus menyakini atau tidak, tapi ini mutlak dan harus kita yakini karena kita adalah seorang mukmin. Dalam Al-Qur’an surat Al-Qiyaamah ayat 1 yang artinya “Aku Bersumpah Dengan Hari Kiamat”, sangat jelas bahwa kepastian terjadinya hari kiamat itu ada dan akan terjadi. Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikat Israfil atas perintah dari Allah SWT.
Jadi marilah kita semua bertaubat dan muhasabah agar kita dapat lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan di dunia yang singkat dengan banyak beribadah, bertaqwa, taat, beriman, melaksanakan perintah Allah SWT, menjauhi larangan Allah SWT dan sebisa mungkin untuk kita dekat dengan Allah SWT. Sehingga kita akan di letakan di tempat yang begitu indah dan mulia disisi Allah SWT. Karena dalam janji Allah SWT barang siapa yang hidup di dunia banyak berbuat amal kebaikan dan menjalankan semua perintah Allah SWT dan mengikuti ajaran yang disampaikan oleh rosul kita Nabi Muhammad SAW maka kita akan diberi hadiah surga Allah SWT. Dan kita selalu berdo’a meminta petunjuk kepada-Nya agar kita termasuk umat yang tidak buta dan nantinya dapat menghuni surga Allah SWT, bukan menjadi umat yang buta akan kewajibannya sebagai insan mukmin. Amin..

Categories: Uncategorized | Tags: , | 1 Komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: