RESUME PENDIDIKAN NILAI UNTUK ANAK USIA 8 – 14 TAHUN


PENDIDIKAN NILAI UNTUK ANAK USIA 8 – 14 TAHUN
Oleh: Sugeng Fitri Aji
Banyak sekali anak – anak yang menjadi korban kekerasan dan semakin banyaknya masalah – masalah yang timbul akibat kurangnya penekanan terhadap pendidikan nilai, maka dibuatlah LVEP yang menjawab semua itu.
Living Values an Educational Program adalah program pendidikan nilai, program ini menyajikan pengalaman atau metodologi yang bias digunakan dalam mengembangkan atau mengeksplorasi nilai – nilai pada anak atau remaja. Menurut laporan murid – murid sangat menanggapi LVEP dan setelah belajar dengan LVEP murid lebih percaya diri, mengahrgai orang lain dan menunjukkan keterampilan social dan pribadi yang positif dan kooperatif.
Tujuan – Tujuan LVEP:
 Membantu individu memikirkan dan merefleksikan nilai – nilai.
 Untuk memperdalam pemahaman, motivasi, dan tanggung jawab saat menentukan pilihan.
 Untuk menginspirasi individu memilih niliai –nilai pribadi, sosial, moral dan spiritual dan menyadari metode yang digunakan untuk mengembangkannya dan memperdalamnya.
 Untuk mendorong pengajar memendang pendidikan sebagai sarana memberikan filsafat – filsafat hidup kepada para murid.
Dengan LVEP membantu para mrid dalam menggunakan kreativitas mereka dan bakat – bakat mereka yang akan membuat mereka lebih senang dan menarik hati, sehingga dalam sebuah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebudayaan sekitar akan lebih menginspirasi para murid.LVEP dimulai tahun 1995 oleh Brahma Kumaris dalam rangka ulang tahun PBB yang ke – 50. Proyek ini terfokus pada dua belas nilai universal. Dari hal tersebut maka dibuatlah bukju Living Values: A Guide Book.
Kemudian muncul LVEI (Living Values: an Education Initiative) pada tahun 1996 untuk mengidentifikasi kebutuhan murid dalam penglaman nilai – nilai, dan bagaimana para pengajar bias mengintegrasikan nilai – nilai. Kemudian Living Values Educators Kit pun sipa digunakan pada Februari 1997, danLiving Values telah mulai dilaksanakan.
LVEP dirancang untuk memotivasi murid dan mengajak mereka untuk memikirkan diri sendiri, orang lain, dunia dan nilai – nilai tang terintegrasi. Tujuan untuk merasakan pengalaman di dalam diri sendiri dan membangun sumber daya diri dan untuk memperkuat dan memancing potensi, kreativitas, dan bakat – bakat tiap murid. Latihan tersebut untuk membangun keterampilan menghargai diri, komunikasi social yang positif, berpikir kritis, dan menyatakan diri lewat seni dan drama.
Tiga asumsi dasar LVEP:
1. Mengajarkan penghormatan dan penghargaan.
2. Murid memperhatikan nilai –nilai dan mampu menciptakan dan belajar dengan positif.
3. Murid berjuan dalam suasana berdasarkan nilai dalam lingkungan yang positif.
Selama pelatihan para pendidik dan anak didik ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas nilai yang disesuaikan dengan keadaan mereka, yang kemudian dengan model teoritis dan landasan yang mendasari aktivitas nilai yang dipresentasikan setelah guru mendiskusikan ide – ide mereka tentang praktik mengajar yang baik kemudian pelatihan beralih ke keterampilan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan nilai – nilai tersebut.
Dengan mendengar tidaklah cukup bagi anak agar bisa benar – benar bias maka anak harus mengalaminya dalam berbagai tingkat dan menjadikan nilai tersebut bagian dari diri mereka. Dibutuhkan pula keterampilan sosial agar bisa menggunakan nilai tersebut dalam kegiatan sehari – hari. Dan sangat penting juga mereka menjelajahi topik keadilan dan seseorang yang bias dijadikan contoh.Diletakkan pada setiap awal pelajaran yang ada. Butir tersebut berisi definisi –definisi nilai dan memberikan konsep abstrak untuk direnungkan.Dalam beberapa unit murid disuruh membayangkan dunia yang penuh dengan rasa damai. Dengan visualisasi maka nilai akan tersa lebih relevan karena murid akan mencari tempat di dalam diri mereka sendiri untuk mengetahui kualitas nilai yang ada dalam diri mereka.
Keheningan merupakan sesuatu hal yang dipandang sebagai sesuatu yang tidak dapat dinikmati. Akan tetapi itu merupakan suatu hal yang dapat dinuakan untuk mematuhi permintaan orang dewasa. Latihan tersebut akan membantu murid lebih tenang , puas diri, dan lebih baik dalam berkonsentrasi.Anak –anak didorong untuk berefleksi tentang nilai dan mengalami nilai tersebut dengan artistic dan kreatif dalam kesenian.Aktivitas ini menyuruh anak agar mengeksplorasi nilai dalam kaitannya dengan diri mereka sendiri atau membangun keterampilan dengan nilai.
Dalam unit ini para guru dimnita bias mengajarkan cara menyelesaikan masalah – masalah sesuai dengan nilai.Para murid didorong untuk melihat akibat dari perbuatan mereka masing – masing pada orang lain dan bagaiman mereka bisa membuat sebuah perbedaan.Dalam unit toleransi, kesederhanaan, dan persatuan mengetengahkan elemen tanggung jawab social yang menarik dan menyenangkan. Dalam unit kesederhanaan juga terdapat beberapa saran untuk menghargai dan melestarikan bumi kita.
Dalam buku ini memancing guru agar bisa berkreativitas dengan nilai yang disesuaikan dengan kebudayaan disekitar kita, mungkin dengan menggunakan lagu daerah atau kisah – kisah yang dapat dimasukkan dalam nilai.Dalam beberapa hal guru biasanya memulai dengan di dalam kelas saja, akan tetapi ada juga sekolah yang mengharuskan bahwa aktivitas nilai dilakukan oleh semua isi sekolah, bahkan dapat juga mengikut sertakan orang tua didalamnya. Dan dalam pemberian nilai nilai dalam pelajaran bisa sesuai dengan yang direkomendasikan atau sesuai kebutuhan.
Bila satu sekolah memulai unit nilai secara bersamaan maka kegiatan yang bisa dilakukan adalah kegiatan singkat bersama – sama. Dan dalam pemakaian lagu gunakan lagu – lagu yang disenangi yang sesuai dengan nilai yang sedang dipelajari.Karena unit kedamaian adlah unit yang paling sering mendapatkan perhatian dari para murid bahkan murid yang suka berkelahipun juga memperhatikannya. Dan unit kedamaian dapat mengurangi kenakalan pada anak – anak yang kurang termotivasi. Dan unit pengahargaan merupakan unit yang menyentuh perasaan. Kemudian dari kedua unit ini akan selalu digunakan dalam unit – unit berikutnya.
Urutan yang Disarankan untuk Unit – Unit Nilai.
1. Kedamaian
2. Penghargaan
3. Cinta
4. Toleransi
5. Kebahagiaan
6. Tanggung Jawab
7. Kerja Sama
8. Kerendahan Hati
9. Kejujuran
10. Kesederhanaan
11. Kebebasan
12. Persatuan
Dalam hal ini dituntut agar para pengajar lebih berkreasi dalam mengajarkan nilai – nilai, karena kreativitas sangat mendukung dalam pelajaran nilai. Kalau setiap pelajaran gurunya berbeda maka para guru bisa mengintegrasikan pelajarannya nilainya agar tidak saling bertubrukan.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: